Ajian Semar Mesem Makin Mengkhawatirkan Anak di Kebumen
https://quennews.blogspot.com/2015/04/ajian-semar-mesem-makin-mengkhawatirkan.html
Kebumen - Orang tua waspada terhadap tingkahlaku anak-anaknya. Setelah sebulan terakhir merebak, fenomena ajian semarmesem ternyata belum berakhir, bahkan diyakini meluas.Bila sebelumnya fenomena semar mesem hanya dijumpai di Kecamatan Buluspesantren dan Gombong saja, kini siswa sejumlah sekolah yang berada diluar kecamatan Buluspesantren terindikasi ikut menjadi korban.
Kepala UPTD Dikpora Kecamatan Buluspesantren Sururudin Al Mansur S.Pd mengataka, ada indikasi semar mesem mulai menyebar dan meluas ke wilayah-wilayah di luar kecamatan Buluspesantren. "Saya sering mendapatkan laporan dari beberapa guru, katanya saat ini penyebaran aji semar mesem telah mulai meluas", tuturnya kepada wartawan, kemarin.
Tentu saja hal ini menjadikannya mengaku cukup prihatin. dengan perkembangan terhakir sepertin itu, artinya fenomena semar mesem kini tak bisa dipandang remeh. beberapa bukti sudah menunjukan bahwa korbanya bebar-benar ada dan nyata. Rtinya menurutnya, fenomena semar mesem telah menjadi ancaman yang serius dunia pendidikan terutama tingkat sekolah dasar.
Sayangnya, hingga kini belum semua pihak terkait atau aparat menganggapnya sebagai persoalan yang serius. setidaknya itu dapat dilihat dari belum adanya upaya dari pihak berwenang untuk mengusut siapa pelaku dibalik tersebarnya ajian semar mesem ini.
Sejauh ini, baru Camat Buluspesantren dan pihak UPTD yang gencar melakukan sosialisasi bahaya semar mesem ke masyarakat. Selebihnya, masih terlihat adem ayem, termasuk Dina Pendidikan Pemuda dan Olahraga (DIKPORA) Kabupaten Kebumen dan aparat kepolisian. "Coba ditinja, orang tua korban dimintai keterangan. Para guru ditanya, dengan melakukan hal itu tentunya pemerintah akan tahu sebenarnya yang terjadi," ungkap Sururudin.
Seperti diberitakan, sejumlah orang tua dan guru di kabupaten Kebumen diresahkan dengan tingkah laku anak-anak mereka mendadak menjadi agresif seperti melawan guru dan orang tua. Selain itu, sejumlah anak diketahui mempelajari tulisan yang mereka anggap sebagai mantra ajian semar mesem. Tak hanya di lembar kertas, tulisan mereka itu ada yang ditulis di atas kain kafan.
Dari pengakuan anak-anak itu, terungkap bahwa hal itu mereka dapatkan dari seorang yang hingga kini belum diketahui identitasnya. Sebagian lagi, mengaku telah melaksanakan pembaiatan di pantai Bocor desa Setrojenar kecamatan Bulus pesantren. Di Gombong, ajian semar mesem konon diajarkan di sebuah padepokan silat.
Kondisi itu berlangsung lebih dari satu bulan terakhir. Namun, Dikpora Kebumen menyatakan belum mendapatkan laporan resmi atas kejadian ini. " Laporan sifatnya kan hanya untuk memberi tahupersoalan atau masalah yang sedang atau sudah terjadi. Dengan maraknya pemberitahuan pada media massa serta beberapa sosialisasi yang kerap dilakukan pihak kecamatan dan UPTD, tentunya pihak DIKPORA telah mengetahui hal ini," ujar Sururudin.
